10 November 2009

DEEP VEIN TROMBOSIS PADA SEORANG PASIEN DIABETES MELLITUS

R. Mohammad Budiarto, Djoko Santoso

Deep Vein Trombosis (DVT) merupakan pembentukan bekuan darah pada lumen pembuluh darah vena dalam (deep vein) yang diikuti atau diakibatkan suatu reaksi inflamasi pada dinding pembuluh darah dan jaringan perivena. Berdasarkan data di Amerika DVT merupakan penyebab kematian terbanyak, sekitar 200 ribu orang yang meninggal akibat trombosis vena atau arteri (Lopez , 2004).
 Virchow menyebutkan bahwa patogenesis DVT terutama disebabkan adanya abnormalitas dinding pembuluh darah, stasis aliran darah vena dan perubahan-perubahan pada elemen darah baik yang terlarut maupun yang berbentuk. Yang dimaksud dengan yang terakhir adalah adanya kelainan jumlah pada protein-ptotein darah, eritrosit, lekosit dan trombosit baik secara kongenital maupun didapat. Selain itu bisa disebabkan oleh keganasan, pemakaian kontrasepsi oral, efek hormonal, infeksi, pembedahan dan inaktivitas (Bates, 2004).
DVT biasanya terjadi didaerah sinus pembuluh darah pada otot ekstremitas bawah tetapi adakalanya terjadi pada pembuluh darah daerah proksimal, biasanya sebagai respon akibat trauma maupun tindakan operasi. Oleh sebab itu diperlukan penanganan yang optimal pada penderita DVT agar tidak terjadi komplikasi seperti perluasan trombus, emboli paru, trombosis berulang serta sindroma paska-phlebitis yang dapat meningkatkan morbiditas (Schreiber, 2008).
Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit yang menyebabkan terjadinya gangguan pada tingkat makrovaskuler dan mikrovaskuler, dengan hasil akhir berupa gangguan homeostasis. Dalam keadaan normal didalam pembuluh darah substansi aktif mengalami sintesis dan beredar untuk menjaga homeostasis pembuluh darah, aliran darah dan memberi nutrisi sehingga terjadinya trombosis dapat dicegah (Luscher, 2003; Creager, 2004).

Naskah dapat dibaca disini

04 November 2009

PCI PADA PENDERITA UNSTABLE ANGINA OLEH KARENA MYOCARDIAL BRIDGING

Sri Hastuti, Iswanto Pratanu

Myocardial bridging (MB) adalah suatu anomali arteri koroner yang ditandai adanya arteri koroner epikardial yang masuk kedalam miokard. Fenomena ini pertama kali ditemukan oleh Reyman pada tahun 1737 dan pertama kali digambarkan secara angiografi oleh Portman dan Iwig pada tahun 1961. Prevalensi MB yang ditemukan dengan otopsi bervariasi dari 5.4%-85.7% dan secara angiografi berkisar 0.5%-16%. Insiden anomali ini lebih tinggi wanita dibandingkan pria.

MB sering ditemukan di mid arteri desenden anterior kiri (LAD), dan secara angiografi tampak suatu penekanan arteri koroner epikardial. Gangguan yang spesifik dapat dilihat dengan angiografi koroner yang bersifat kuantitatif, studi doppler intrakoroner, dan ultrasonografi intravaskuler. Derajad obstruksi MB bergantung pada lokasi, ketebalan, panjang MB dan derajad kontraktilitas jantung. MB sebenarnya suatu kondisi benigna, namun kadang-kadang memiliki komplikasi iskemia, sindrom koroner akut, spasme koroner, ruptur septal ventrikel, aritmia (meliputi supra ventricular tachycardia dan ventricular tachicardia), AV blok yang dicetuskan oleh exercise, stunning, disfungsi ventrikel yang bersifat sementara, kematian dini setelah transplantasi jantung, dan kematian mendadak.
Naskah lengkap disini

Inferior Vena Cava Filter on Lower Limb Deep Vein Thrombosis

Andrianto, Yudi Her Oktaviono
Trombosis vena profunda dan emboli pulmonal merupakan dua hal dari satu rangkaian proses penyakit. Trombosis vena profunda tungkai bawah menjadi penyebab lebih dari 90% kasus emboli pulmonal, namun hanya sekitar 10% kasus tersebut tampak secara klinis. Komplikasi paling berat dari penyakit tromboemboli vena adalah emboli pulmonal.
Trombosis vena profunda paling sering terjadi pada tungkai bawah dan dapat pula timbul hanya pada vena tungkai atas atau pelvis. Culprit veins yang sering terlibat pada kejadian emboli pulmonal yang bermakna secara klinis adalah cephalad sampai dengan trifurkasio.
Emboli pulmonal akan menimbulkan simtom bila emboli berukuran besar, dan bila emboli berdiameter lebih dari 7,5 mm dapat berakibat fatal. Perawatan di rumah sakit diperlukan bagi pasien dengan emboli pulmonal. Di Amerika Serikat, setiap tahun didiagnosis 355.000 pasien dengan emboli pulmonal, dan sebanyak 240.000 diantaranya meninggal. Emboli pulmonal menempati urutan ketiga sebagai penyebab tersering kematian mendadak penyakit kardiovaskular.
Naskah lengkap disini

29 Oktober 2009

Peranan Ekhokardiografi Pada Diagnosis dan Penatalaksanaan Infektif Endokarditis

Novita
Agus Subagjo

Infektif Endokarditis selalu berpotensial menjadi penyakit yang mengancam jiwa dengan morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Walaupun terjadi kemajuan yang signifikan pada tehnik pemeriksaan mikrobiologi, terapi antibiotik dan pembedahan, angka mortalitas rata-rata masih tinggi berkisar 20% - 25%. Untuk memperbaiki outcome lebih lanjut diperlukan diagnosis yang akurat, mendeteksi komplikasi lebih awal dan memulai pengobatan efektif.
Evaluasi Infektif Endokarditis mengalami kemajuan dramatis dengan berkembangnya ekhokardiografi, yang merupakan tehnik utama untuk mendeteksi vegetasi dan komplikasi kardiak yang diakibatkan oleh endokarditis. Pendekatan kunci adalah Transesofageal ekhokardiografi (TEE), menghasilkan perbaikan yang signifikan pada resolusi visual struktur jantung. Saat ini ekhokardiografi sangat diperlukan dalam mendiagnosis dan penatalaksanaan pasien yang diduga atau diketahui menderita infektif endokarditis, seperti kriteria diagnosis endokarditis yang telah direvisi dengan memasukkan temuan ekhokardiografi sebagai kriteria mayor.
Naskah lengkap disini

11 Agustus 2009

Pengajian - Persiapan sebelum Ramadhan

Guys, ini ringkasan pengajian yang ditulis langsung saat pengajian dengan materi Alquran & puasa, persiapan sebelum puasa oleh Ust. Syaukani Ong

Puasa = menahan diri
barangsiapa yang berpegang teguh pada Allah (menolak larangan Allah) maka dia berpegang pada tali Allah..
kenapa kalau puasa walaupun lapar haus tapi tetap tidak minum - makan, karena adanya berkah, merasa bahagia..
Rahman = mendapat kasih sayang Allah..
almarhum = orang yang mendapat rahmat Allah, mendapat kasih sayang Allah, walaupun orang tersebut belum meninggal..
Allah yang menurunkan rahmat = Rahman..
Jenazah = mayit (arab) = bangkai (indonesia)
Al A'raf 96: seandainya penghuni negeri bertakwa kepada Allah --> tujuan puasa --> supaya bertakwa pada Allah..

Tujuan Ramadhan:
supaya ibadah meningkat.
Ibadah ? artinya: untuk mengabdi kepada-Nya. Di dalam islam tidak ada penyembahan. tapi pengabdian.
Allah tidak perlu disembah. tapi taat, sinonim Islam.. Yang mengabdi, ciri khasnya taat

Albaqarah 21: hai manusia, abdikan dirimu untuk berpuasa dan bertakwa..

supaya diberkahi Allah dalam puasa --> akhirkan sahur.

...
Ustd. Syaukani Ong ini terkadang menyisipkan kelucuan saat memberikan ceramah..
Beliau bertanya, apa bedanya orang yang sudah dikhitan dengan belum dikhitan..? bagaimana jika kita masuk ke dalam ka'bah, sholatnya menghadap kemana..?

... melanjutkan ceramah...
apakah iman? iman mengandung keyakinan, 6 rukun iman, diteguhkan dengan 5 rukun islam
apakah ihsan? = hasanah= ahsanah = terbaik (arab) = tidak cukup hanya percaya dan taat kepada Allah, tapi harus dibuktikan dengan kebaikan yang meliputi diri kita..

dengan berpuasa, kebaikan dari diri kita dirasakan pada orang lain.

orang yg berbuat ihsan:
1. berbuat kebaikan dengan siapa saja dan apa saja
termasuk dengan ibu, bapak, tetangga
menjelang ramadhan, harus mempraktekkan surat al a'raf 135 : peduli, memaafkan, tidak marah --> tidak perlu untuk memaafkan menunggu ramadhan..

2. berbuat baik terhadap orang yg berbuat baik kepada kita.
kalau kita pernah dibaikin oleh orang lain, dan dia membutuhkan orang itu, maka tolong orang tersebut.
3. berbuat baik pada orang yg berbahagia (walaupun kita tetap menahan diri)
tidak iri dengan kebahagiaan orang lain, sehingga meraih rahmat dan berkah.

4.berbuat baik pada orang yang menyakitinya..

Kita harus membuktikan keislaman dengan ihsan, berbuat baik dengan orang lain

18 Juli 2009

Petanda efektifitas Pengobatan trombolitik pada infark miokard akut

Hafid, Djoko Soemantri

Membaiknya patensi pembuluh darah penyebab infark merupakan salah satu tujuan utama pengobatan infark miokard akut. Trombolitik intravena merupakan obat yang paling banyak digunakan untuk mengembalikan patensi pembuluh darah secara akut, dan pemakaiannya telah menjadi rutin setelah trial klinik besar membuktikan kegunaannya secara nyata 

Naskah lengkap disini

17 Juli 2009

HIPERURISEMIA DAN PENYAKIT KARDIOVASKULER

M. Noor Diansyah, Iswanto Pratanu

Hiperurisemia telah lama dikaitkan dengan penyakit kardiovaskuler dan sering dijumpai pada penderita dengan hipertensi, penyakit ginjal dan sindrom metabolik. Hubungan ini telah diteliti sejak akhir abad ke-19 dimana dihipotesiskan bahwa asam urat mungkin merupakan penyebab dari hipertensi dan penyakit ginjal. Pendapat ini lalu diabaikan hingga tahun 1950an dengan semakin baiknya pemahaman dan terapi hiperurisemia (Feig, 2008).
 Sampai saat ini masih menjadi perdebatan apakah asam urat merupakan faktor resiko yang penting dalam memprediksi outcome dari penyakit kardiovaskuler. The Joint National Committee on prevention, detection , evaluation and treatment of high blood pressure tidak merekomendasikan asam urat sebagai faktor resiko begitu juga dengan American Heart Association dan National Kidney Foundation (Heinig, 2006).
 Tetapi data epidemiologi terbaru menunjukkan bahwa hiperurisemia merupakan faktor resiko yang penting bagi penyakit kardiovaskuler (Niskanen, 2004; Heinig, 2006; Feig, 2008). Beberapa studi juga menunjukkan hubungan antara asam urat dengan hipertensi, obesitas, penyakit ginjal dan penyakit kardiovaskuler. Lebih dari 70% penderita dengan hiperurisemia mengalami obesitas, lebih dari 50% dengan hipertensi, 10-25% meninggal akibat penyakit ginjal dan sekitar 20% meninggal akibat komplikasi kardiovaskuler (Heinig, 2006).

Naskah lengkap disini

Media Edukasi dan Silaturahmi Alumni & PPDS Kardiologi Unair

Non Scholae Sad Vitae

Google
WWW Blog ini