18 Januari 2011

PPDS KARDIOLOGI BARU


Anggota PASKAL bertambah lagi dengan hadirnya tujuh orang
PPDS Kardiologi baru angkatan Januari 2011.

Selamat datang..

10 Januari 2011

PENGAJIAN RUTIN


Mengharap kehadiran anggota Paskal pada acara Pengajian Rutin yang akan diadakan pada :

Hari, tanggal : Rabu, 12 Januari 2011
Jam : 12.30 s/d selesai
Tempat : Ruang Sidang Kardiologi
Tema : Fiqh Sholat
Pembicara : Ust. Muhalimin, Lc

Demikian atas perhatian dan kehadiran saudara kami sampaikan terima kasih.

Mohon informasi ini diteruskan kepada teman-teman lainnya.

Don't miss it...

Segenap pengurus dan anggota PASKAL mengucapkan Selamat Menempuh Hidup Baru kepada

dr. Isabella Lalenoh (PPDS Kardiologi)
&
dr. Isa Basuki (PPDS Bedah TKV).

Sakramen pernikahan telah dilaksanakan
Minggu, 9 Januari 2011 di Gereja Kristus Raja, Jl. Residen Sudirman no. 3 Surabaya.

Resepsi pernikahan akan dilaksanakan
Minggu, 16 Januari 2011 di Gedung Pewayangan Kautaman TMII
Jl. Raya Pintu I TMII Jakarta Timur.

03 Januari 2011



Segenap pengurus dan anggota Paskal mengucapkan
Selamat Ulang Tahun

kepada
Prof. Dr. R.M. Yogiarto, SpJP (K), FIHA.
Semoga panjang umur dan diberkahi Allah SWT.


28 Desember 2010

BERITA DUKA


Innalillahi wa innailaihi roji'un.

Segenap pengurus dan anggota PASKAL
mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya
atas meninggalnya mertua dari Dr. Budi Baktijasa, SpJP (K), FIHA
Semoga almarhum mendapat tempat yang layak di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan mendapat ketabahan. Amin.

SINDROMA ANTIBODI ANTIFOSFOLIPID

Romi Ermawan, Joewono Soeroso

Sindroma antibodi antifosfolipid adalah sekumpulan gejala klinis yang ditandai dengan terdapatnya antibodi antifosfolipid di dalam plasma disertai dengan riwayat kejadian trombosis dan/atau morbiditas kehamilan (Austin et al 2006, Pasquali et al 2008, Urbanus et al 2008, George et al 2009).

Sindroma antibodi antifosfolipid merupakan penyebab utama terjadinya trombofilia yang berhubungan dengan trombosis pada arteri dan/atau vena, seperti deep vein thrombosis (DVT), emboli paru, trombosis arteri koroner, trombosis serebrovaskuler, transient ischemic attack (TIA) dan trombosis vaskuler plasenta (Gezer 2003).

Angka prevalensi sindroma antibodi antifosfolipid terutama pada individu yang asimtomatik sampai saat ini tidak diketahui dengan pasti. Montpellier Antiphospholipid Study merupakan penelitian pertama yang menyatakan bahwa diantara para responden yang telah dinyatakan positif memiliki antibodi antifosfolipid, hanya 28% diantaranya yang memiliki manifestasi klinis sindroma antibodi antifosfolipid. Namun para responden selanjutnya tidak dilakukan pengamatan lebih lanjut (Gezer 2003). Pada penelitian yang lain, dari sebuah survei terhadap 100 orang penderita emboli paru dan deep vein thrombosis (DVT), 24 % diantaranya didapatkan antibodi antikardiolipin. Ini menyimpulkan bahwa antibodi antikardiolipin cukup banyak dijumpai, sehingga jika ditemukan kasus emboli paru dan deep vein thrombosis (DVT) yang tidak jelas etiologinya maka antibodi antifosfolipid seharusnya diperiksa (Gezer 2003).

Pada penelitian yang dilakukan terhadap penderita lupus eritematosus sistemik, prevalensi antibodi antifosfolipid lebih tinggi, berkisar 12%-30% untuk antibodi antikardiolipin dan 15%-34% untuk antibodi antikoagulan lupus. Antibodi antifosfolipid dapat meningkat prevalensinya menjadi 15%-86% jika penderita lupus eritematosus sistemik yang memiliki antibodi antifosfolipid dilakukan pengamatan lebih lanjut selama 20 tahun (Gezer 2003, Austin 2006).

Naskah selengkapnya disini

Media Edukasi dan Silaturahmi Alumni & PPDS Kardiologi Unair

Non Scholae Sad Vitae

Google
WWW Blog ini