06 Januari 2012

Hipertensi Pulmonal pada Penyakit Jantung Katup

Handriyani, Budi Baktijasa

Penyakit jantung
rematik (RHD) terus menjadi masalah kesehatan masyarakat yang utama di negara berkembang. RHD terjadi akibat gejala sisa dari suatu respon autoimun jaringan jantung terhadap infeksi tenggorokan oleh streptokokus. Manifestasi klinis umum dari RHD sekunder berupa valvulitis kronis yang mengarah pada kelainan katup mitral, aorta, atau trikuspid.
Hipertensi pulmonal (PHT) dikenal sebagai penyulit penyakit katup aorta dan mitral. Hal ini dilaporkan terjadi pada sekitar 70% pasien dengan RHD dan merupakan variabel prognostik yang mempengaruhi perjalanan penyakit (Malouf et al, 2002).

Lihat disini

05 Januari 2012

Acute Respiratory Distress Syndrome

Nurjannah Lihawa, Rochmad Romdoni

Pertama kali diperkenalkan pada tahun 1967 oleh Ausbach dkk, yang menemukan adanya penderita gagal napas dengan ciri-ciri seperti tersebut diatas. Petty dan Ausbach pada tahun 1971 menyebutnya sebagai adult respiratory distress syndrome untuk keadaan seperti itu, tetapi karena juga terjadi pada anak istilah tersebut dirubah menjadi acute respiratory distress syndrome. (Matthay & Martin 2005, Ware & Matthay 2000)

Insidens ARDS di Indonesia belum diketahui secara pasti, sedangkan di Amerika Serikat diperhitungkan terdapat 56-82 kasus per 100.000 penduduk per tahun (Rubenfel & Caldwell 2005). Angka kematian pada tahun-tahun terakhir ini mulai menurun dari sekitar 60% menjadi sekitar 30-40%, hal ini disebabkan karena perbaikan terapi dan pemakaian alat ventilasi mekanik. Kematian biasanya disebabkan oleh karena gangguan fungsi beberapa organ, jarang oleh karena respiratory failure. (Udobi, Childs & Toujier 2003, Ware & Matthay 2000).

Lihat disini

04 Januari 2012

HIPERTENSI PULMONAL IDIOPATIK

Nur Aisah Wardani, Muhammad Aminuddin
Hipertensi pulmonal idiopatik (HPI) yang sebelumnya dikenal sebagai hipertensi pulmonal primer (HPP) merupakan kelainan yang jarang didapat, ditandai dengan peningkatan tekanan arteri pulmonal diatas normal tanpa adanya penyebab sekunder (McLaughlin VV, 2009). Istilah ini diciptakan pertama kali oleh Dresdale pada tahun 1951 saat mendapatkan 39 penderita dengan hipertensi arteri pulmonal (HAP) yang sulit dijelaskan penyebabnya. Pada tahun 1971 lebih dari 600 kasus HPI telah dilaporkan. Suatu epidemik HAP terjadi pada tahun 1967 di Eropa sehubungan dengan penggunaan obat penekan nafsu makan aminoreks fumarat (Runo JR, 2003).Peningkatan kasus ini menimbulkan pertanyaan sehingga pada tahun 1973 WHO mengadakan pertemuan di Genewa guna membahas penyakit ini untuk pertama kalinya. Pada tahun 1981 Institut Kesehatan Nasional AS bersama para peneliti dari multisenter bertemu untuk menjelaskan fitur klinis dan epidemiologi HPI (Simmoneau, 2004).

Lihat disini

DPJP PER JANUARI 2012

JADWAL JAGA PPDS PER JANUARI 2012

18 Desember 2011

CONGESTIVE HEPATOPATHY

Jehan Wiendrati Roostarini, Jeffrey D. Adipranoto
Congestive hepatopathy merupakan kelainan hati yang sering dijumpai pada penderita gagal jantung. Kelainan ini ditandai dengan adanya gejala klinis gagal jantung (terutama gagal jantung kanan), tes fungsi hati yang abnormal dan tidak ditemukan penyebab lain dari disfungsi hati (Allen, 2008; Lau, 2002). Congestive hepatopathy juga dikenal dengan istilah cardiac hepatopathy, nutmeg liver, atau chronic passive hepatic congestion. Bila kondisi ini berlangsung lama akan mengakibatkan timbulnya jaringan fibrosis pada hati, yang sering disebut dengan cardiac cirrhosis atau cardiac fibrosis. Meskipun cardiac cirrhosis menggunakan istilah sirosis, jarang memenuhi kriteria patologis sirosis. Congestive hepatopathy ini sangat sulit dibedakan dari sirosis hati primer karena klinisnya relatif tidak spesifik. Tetapi tidak sama seperti sirosis yang disebabkan oleh hepatitis virus atau penggunaan alkohol, pengobatan ditujukan pada pengelolaan gagal jantung sebagai penyakit dasar (Bayraktar, 2007; Myers, 2003; Giallourakis, 2002; Wanless, 1995).
Lihat disini

Media Edukasi dan Silaturahmi Alumni & PPDS Kardiologi Unair

Non Scholae Sad Vitae

Google
WWW Blog ini