01 Februari 2012

Seorang Penderita Mioperikarditis Akut Akibat Sindroma Weil

Lakhsmi Pramushinta, Jatno Karjono

Leptospirosis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh genus Leptospira yang patogen. Penyakit ini dapat ditemukan hampir di seluruh dunia dengan frekuensi tertinggi di daerah tropis. Berdasarkan data Depkes RI tahun 2007, insidennya di Indonesia adalah sebesar 0,5/100.000 penduduk. Spektrum klinis leptospira bervariasi mulai dari subklinis hingga melibatkan berbagai organ. Sindroma Weil adalah bentuk leptospirosis yang berat, ditandai dengan gejala fulminan disertai onset yang cepat dari kegagalan hati dan ginjal sehingga memiliki tingkat
mortalitas yang tinggi. Kematian akibat sindroma ini terjadi lebih dari 10% dan umumnya terkait dengan ikterik yang berat, gagal ginjal oligurik, manifestasi perdarahan serta gagal jantung dan napas.
Keterlibatan jantung pada leptospirosis dapat bersifat asimptomatis (misalnya kelainan ECG yang jinak/benign) hingga fatal (seperti miokarditis berat). Penelitian post-mortem pada kasus-kasus leptospirosis yang fatal, menemukan ad
anya perdarahan dan inflamasi pada perikardium, miokardium atau endokardium, serta coronary arteritis dan aortitis. Namun manifestasi kardiak ini sering kurang mendapat perhatian (underestimated) ataupun tertutupi oleh gambaran perdarahan paru dan komplikasi hepatorenal.

Lihat disini

06 Januari 2012

Hipertensi Pulmonal pada Penyakit Jantung Katup

Handriyani, Budi Baktijasa

Penyakit jantung
rematik (RHD) terus menjadi masalah kesehatan masyarakat yang utama di negara berkembang. RHD terjadi akibat gejala sisa dari suatu respon autoimun jaringan jantung terhadap infeksi tenggorokan oleh streptokokus. Manifestasi klinis umum dari RHD sekunder berupa valvulitis kronis yang mengarah pada kelainan katup mitral, aorta, atau trikuspid.
Hipertensi pulmonal (PHT) dikenal sebagai penyulit penyakit katup aorta dan mitral. Hal ini dilaporkan terjadi pada sekitar 70% pasien dengan RHD dan merupakan variabel prognostik yang mempengaruhi perjalanan penyakit (Malouf et al, 2002).

Lihat disini

05 Januari 2012

Acute Respiratory Distress Syndrome

Nurjannah Lihawa, Rochmad Romdoni

Pertama kali diperkenalkan pada tahun 1967 oleh Ausbach dkk, yang menemukan adanya penderita gagal napas dengan ciri-ciri seperti tersebut diatas. Petty dan Ausbach pada tahun 1971 menyebutnya sebagai adult respiratory distress syndrome untuk keadaan seperti itu, tetapi karena juga terjadi pada anak istilah tersebut dirubah menjadi acute respiratory distress syndrome. (Matthay & Martin 2005, Ware & Matthay 2000)

Insidens ARDS di Indonesia belum diketahui secara pasti, sedangkan di Amerika Serikat diperhitungkan terdapat 56-82 kasus per 100.000 penduduk per tahun (Rubenfel & Caldwell 2005). Angka kematian pada tahun-tahun terakhir ini mulai menurun dari sekitar 60% menjadi sekitar 30-40%, hal ini disebabkan karena perbaikan terapi dan pemakaian alat ventilasi mekanik. Kematian biasanya disebabkan oleh karena gangguan fungsi beberapa organ, jarang oleh karena respiratory failure. (Udobi, Childs & Toujier 2003, Ware & Matthay 2000).

Lihat disini

Media Edukasi dan Silaturahmi Alumni & PPDS Kardiologi Unair

Non Scholae Sad Vitae

Google
WWW Blog ini