25 September 2008

Kembali Fitri

Ketua, Segenap Pengurus dan Anggota

Paguyuban Asisten Kardiologi Airlangga (PASKAL)

Mengucapkan

PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS AIRLANGGA TAHUN 2008

Kalo ada Paskalers yang berminat buat ikutan CPNS Unair 2008 silakan unduh infonya disini

23 September 2008

Lailatul Qadar

Rochmad Romdoni
Kitab suci Al Qur’an menyebutkan Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik dari malam seribu bulan. Umat Muslim percaya pada malam itu pintu-pintu langit dibuka, do’a-do’a bakal dikabulkan dan segala takdir yang terjadi pada tahun itu ditentukan.

Karena Lailatul Qadar inilah Rasulullah SAW dalam banyak waktu senantiasa berusaha keras untuk mendapatkannya. Banyak penjelasan Rasulullah SAW yang sampai ke kita, tentang keutamaan-keutamaan malam yang penuh berkah ini.

Sebagai malam yang terbaik dan paling berkah diantara malam yang ada, di dalamnya Allah SWT telah menjanjikan pada hambanya yang ikhlas dan berharap untuk mendapatkan perlindungan-Nya di hari akhir, akan dilipatgandakan sampai 1000 bulan untuk amalan-amalan kebaikan yang dilakukan pada malam ini. Janji ini secara langsung Allah SWT katakan dalam Al Qur’an surat Al Qadr (satu surat penuh). Hal ini tentunya cukup bisa menunjukkan pada kita akan keutamaan malam Lailatul Qadar ini.

Sebagai hamba yang tak lepas dari lumpur dosa dan kemaksiatan, kita diminta untuk senantiasa membersihkan noda-noda tersebut dengan segala macam cara yang memungkinkan. Karena itulah, Ramadhan dengan Lailatul Qadarnya disunahkan bagi kita untuk berusaha memperolehnya dengan memperbanyak ibadah dan amalan-amalan yang Rasulullah SAW suatu ketika mengatakan: “barang siapa beramal pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah SWT, maka terampunilah dosa-dosanya yang telah lalu”. Tidak berlebihan jika Allah SWT menamainya malam kebaikannya melebihi seribu bulan.

Alangkah sombongnya manusia yang sangat membutuhkan pengampunan dari Allah SWT , menyia-nyiakan kesempatan emas yang sifatnya tak tentu dan belum tentu akan didapatkan di masa-masa yang akan datang.

Mengenai kapankah malam ini datang menjemput kita?, Rasulullah SAW, pernah memberikan penjelasan bahwa malam yang penuh dengan kebaikan (Lailatul Qadar) biasanya jatuh pada malam ganjil pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Dalam hadist sahih Rasulullah SAW mengatakan “carilah dia (Lailatul Qadar-red) di sepuluh terakhir di bulan Ramadhan pada hitungan ganjil”. (H.R Bukhari Muslim).

Lebih dekat lagi kebanyakan ulama menguatkan pendapat yang mengatakan malam tersebut adalah malam yang ke-27. Pendapat ini dikuatkan oleh hadist-hadist yang menjelaskannya. Di antaranya perkataan Rasulullah SAW. “Barang siapa mencarinya (Lailatul Qadar-red), maka carilah di malam yang ke duapuluh tujuh” (H.R Ahmad).

Atas pendapat yang berbeda ini, kita bisa menyikapinya dengan senantiasa mengoptimalkan sepuluh malam terakhir dalam bulan yang penuh rakhmat ini. Dengan begitu kita tidak khawatir akan terlepas dari amalan Lailatul Qadar, karena kita mencarinya hanya pada malam-malam tertentu.

Bahkan bagaimana saat Lailatul Qadar datang malam ini, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa pagi harinya matahari terbit dengan sinar putih bersih tanpa awan sedikitpun.

Dengan paparan ini kita sebagai hamba Allah SWT yang benar-benar memahami kebenaran kekuasaan-Nya sadar bahwa usaha kita dalam mencari Lailatul Qadar ini. Seharusnya kita bersama-sama mendekatkan diri kapanpun dan dimanapun tanpa dibatasi ruang dan waktu.

Bila Allah SWT sudah melihat kesungguhan kita terhadap perintahnya, bukan saja saat bulan Ramadhan atau malam Lailatul Qadar saja, maka Allah SWT akan melipatgandakan pahala. Bukti bahwa kita telah mendapatkan limpahan pahala itu dengan semakin bertambahnya amal ibadah kita, baik secara kuantitas maupun kualitas pada waktu-waktu mendatang.

Berlomba-lombalah mencari malam Lailatul Qadar, karena kita tidak mampu beribadah seribu bulan, bila kita tidak diberi umur panjang, maka rerata umur kita mungkin hanya 60 tahun, sungguh suatu waktu yang sangat singkat. Mari kita maksimalkan umur kita guna mengumpulkan deposit amal sebagai bekal untuk kehidupan berikutnya. Kami yakin tak seorangpun mukmin yang membantah :
“ada hidup setelah hidup, di sana ada kedamaian, kebahagiaan, kenikmatan dan berbagai yang kita inginkan. Semuanya kekal tak terbatas melewati ruang dan waktu”
Semua itu dapat kita raih dengan meningkatkan kesempurnaan iman yang dapat kita bangun melalui ibadah Ramadhan tahun ini. Insya Allah…

20 September 2008

Ventrassist(tm) left ventricular assist device: Sebagai Alternatif Terapi

Donny Hendrasto
Jeffrey D. Adipranoto

Insidens Payah jantung kongestif (congestive heart failure) yang merupakan kelainan tersering akibat disfungsi miokard telah mengalami peningkatan berupa 550.000 kasus baru per tahun di Amerika . Sebagian besar penderita tersebut diobati dengan medikamentosa atau operasi berdasar kelainan yang mendasarinya, namun sebagian hasilnya kurang memuaskan .Dalam beberapa tahun sekitar 300.000 penderita meninggal karena payah jantung, sementara lain diantaranya 15 hingga 25 % penderita menunggu transplantasi jantung.
Pada bentuk yang paling parah dari disfungsi jantung berupa kegagalan fungsi ventrikel maka transplantasi jantung merupakan satu-satunya terapi efektif untuk meningkatkan harapan hidup 97% untuk 1 tahun dan 78% untuk 5 tahun 7 . Namun di Amerika sejak tahun 1998 terjadi perpanjangan waktu tunggu untuk transplantasi jantung lebih dari satu tahun,dan hampir 75% resipien memerlukan inotropik kontinyu serta 57% telah terpasang alat bantu hidup sebelum transplantasi. Maka sebagai salah satu upaya menurunkan mortalitas penderita payah jantung , dengan adanya perkembangan tehnologi alat pendukung mekanis berupa left ventricular assist device (LVAD)menjadi alat yang cukup memberikan harapan. Pada perkembangan terakhir Ventrassist LVAD sebagai generasi III telah menggunakan tehnologi continuous-flow, rotary pump yang memiliki keunggulan ukuran lebih kecil, lebih tahan lama karena disain yang sederhana dengan sebuah komponen rotor yang berputar, tidak berisik dan lebih nyaman untuk penderita.
Naskah lengkap disini

MANIFESTASI HIPERTIROID PADA JANTUNG

Irene Surjadibrata, Esti Hindariati

Hormon tiroid memiliki efek pada otot jantung, sirkulasi perifer dan sistem saraf simpatis yang berpengaruh terhadap hemodinamik kardiovaskuler pada penderita hipertiroid. Perubahan yang utama meliputi: peningkatan denyut jantung, kontraktilitas otot jantung, curah jantung, relaksasi diastolik dan penggunaan oksigen oleh otot jantung serta penurunan resistensi vaskuler sistemik dan tekanan diastolik. Gangguan fungsi kelenjar tiroid dapat menimbulkan efek yang dramatik terhadap sistem kardiovaskuler, seringkali menyerupai penyakit jantung primer.
Dari berbagai penelitian dan percobaan pada hewan, terbukti bahwa hormon tiroid mempunyai pengaruh langsung maupun tidak langsung pada jantung yang selanjutnya akan menghasilkan efek inotropik dan kronotropik positif pada jantung. Selain gejala-gejala klinis hipertiroid, pemeriksaan kadar hormon tiroid plasma dan tes fungsi kelenjar tiroid perlu diperiksa pada tiap-tiap penderita dengan keluhan atau kelainan jantung yang belum jelas penyebabnya sehingga dapat ditegakkan diagnosis penyakit jantung hipertiroid.
Naskah lengkap disini

13 September 2008

koleksi cak gon jaman baheula














GANGGUAN HEMOSTASIS PADA PENYAKIT GINJAL KRONIK DERAJAT 5


Yusra Pintaningrum, Djoko Santoso

Menurut the National Kidney Foundation (NKF) Kidney Disease Outcome Quality Initiative (K/DOQI) tahun 2000, penyakit ginjal kronik (PGK) derajat 5 atau Chronic Kidney Disease (CKD) stage 5 merupakan penurunan fungsi ginjal kurang dari 15 ml/menit/1,73 m2 atau menjalani dialisis, dimana pada derajat ini sudah terjadi gagal ginjal yang harus dilakukan terapi pengganti ginjal. Data dari US Renal Data System (USRDS) tahun 1998, sebanyak 230 ribu penderita yang diterapi dengan dialisis, dan 70 ribu yang tidak menjalani dialisis, sedangkan pada tahun 2000 di Amerika, prevalensinya 0,2 % dari 300 ribu penderita yang menjalani dialisis (Levey, 2007).Banyak komplikasi yang terjadi sebagai akibat dari PGK derajat 5 diantaranya adalah komplikasi pada kardiovaskular dan pulmonal, neuromuskular, gastrointestinal, endokrin-metabolik, dermatologi, tulang, dan hematologi. Untuk yang terakhir, salah satu bentuknya adalah gangguan hemostasis (Skorecki, 2005). Sepanjang yang kami tahu, belum ada literatur yang melaporkan insiden kasus gangguan hemostasis pada PGK derajat 5. Adapun fatalitasnya cukup tinggi, apalagi pada pasien yang menjalani hemodialisis reguler. Hal tersebut dikarenakan banyaknya komponen yang terlibat tidak hanya ditentukan oleh gangguan hemostasis tetapi juga kualitas kapiler. Dengan demikian perdarahan sulit diprediksikan (Hedges,2007).


Naskah lengkap disini

Media Edukasi dan Silaturahmi Alumni & PPDS Kardiologi Unair

Non Scholae Sad Vitae

Google
WWW Blog ini