06 Februari 2011

TASYAKURAN


Segenap pengurus dan anggota PASKAL beserta Keluarga Besar Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FK Unair - RSU Dr. Soetomo Surabaya mengucapkan TERIMAKASIH yang sebesar-besarnya kepada

Prof. dr. R. Moh. Yogiarto, SpJP (K), FIHA, FASCC

atas pengabdian beliau sebagai Kepala Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FK Unair - RSU Dr. Soetomo, sampai tahun 2010.

Dan mengucapkan SELAMAT dan SUKSES kepada

dr. Muh. Aminuddin, SpJP (K), FIHA, FASCC

atas terpilihnya beliau sebagai Kepala Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FK Unair - RSU Dr. Soetomo periode 2011-2015.

05 Februari 2011

SEPSIS DAN CARDIOVASCULAR EVENT


Fanty Filianovika, Suharto

Sepsis adalah penyakit yang kompleks dan merupakan manifestasi dari respon kekebalan dan inflamasi terhadap infeksi. Baik melalui eksotoksin maupun komponen struktur mikroba, sepsis menyebabkan pelepasan berbagai mediator inflamasi seperti tumor necrosis factor-α (TNF-α), interleukin-1α (IL-1α), platelet activating factor (PAF), oxygen free radicals, interferon gamma (IFN-γ) dan metabolit asam arakidonat dari sel monosit atau makrofag dan lain-lain. Untuk mempertahankan homeostasis, beberapa mediator antiinflamasi juga dibebaskan. Jika homeostasis tidak dapat dipertahankan, maka terjadi disfungsi progresif dan berurutan dari berbagai sistem organ (Kumar, 2006).

Sistem kardiovaskular adalah salah satu sistem organ penting yang sering terkena dampak oleh sepsis dan selalu terpengaruh oleh syok septik. Salah satu manifestasi disfungsi kardiovaskular yang sering terjadi selama renjatan septik adalah berupa depresi atau disfungsi miokard, dimana berkontribusi pada tingginya morbiditas dan mortalitas khususnya pada pasien-pasien di unit perawatan intensif. Dalam 5 dekade terakhir telah dilaporkan lebih dari 3000 studi klinis mengenai adanya komplikasi kardiovaskular pada sepsis (Hotchkiss, 2003; Kumar, 2006; Sharma, 2007). Adanya disfungsi kardiovaskular pada sepsis menyebabkan peningkatan angka mortalitas yang signifikan dari 70% menjadi 90%, sebaliknya pada pasien sepsis tanpa disertai gangguan kardiovaskular didapatkan hanya sebesar 20% (Merx, 2007).

Sampai saat ini, meskipun beberapa mediator telah terbukti berhubungan dengan depresi miokard, namun penyebab pasti timbulnya disfungsi sistem kardiovaskular terkait sepsis masih belum jelas. Oleh karena itu, studi mengenai disfungsi miokard pada sepsis masih terus menjadi fokus penelitian (Merx 2007). Mengingat beratnya dampak yang ditimbulkan oleh disfungsi kardiovaskular akibat sepsis, maka diperlukan pemahaman yang lebih mendalam baik mengenai mekanisme yang mendasari maupun karakteristik klinis disfungsi miokard terkait sepsis, sehingga dapat dilakukan penatalaksanaan yang lebih optimal.


Naskah selengkapnya disini

31 Januari 2011

JADWAL JAGA PEBRUARI 2011

UNDANGAN TASYAKURAN


Mengharap kehadiran seluruh anggota PASKAL pada :

Hari, tanggal : Selasa, 1 Pebruari 2011
Waktu : 09.00 - selesai
Tempat : Ruang Sidang Kardiologi
Acara : Tasyakuran Ketua Departemen/SMF, Sekretaris Departemen/SMF,
dan Ketua Program Studi Kardiologi & Kedokteran Vaskular FK Unair, RSUD Dr. Soetomo

Pengumuman ini sekaligus undangan dan mohon diberitahukan kepada teman-teman lainnya.


27 Januari 2011

DRUG INDUCED HYPERTENSION


Rosi Amrilla F, Budi Susetyo Pikir

Hipertensi merupakan penyakit kronis yang lazim didapatkan pada masyarakat, sekitar 25% dewasa menderita penyakit ini1. World Health Organization (WHO) menyatakan peningkatan tekanan darah sebagai faktor resiko utama terjadinya kematian, sehingga menempatkan program pencegahan dan terapi sebagai suatu prioritas 2. Suatu metaanalisis menunjukkan ada hubungan linear antara level tekanan darah dengan resiko penyakit kardiovaskular. Pengaturan tekanan darah yang sub optimal berperan pada resiko kematian, yaitu 62% kejadian cerebrovaskular dan 49% penyakit jantung iskemik dengan perkiraan kematian 7,1 juta pertahun1. Peningkatan tekanan darah pada penderita hipertensi walaupun kecil terbukti meningkatkan morbiditas dan mortalitas kardiovaskular 3.

Pada beberapa dekade terakhir, hipertensi merupakan alasan utama bagi penderita dewasa berobat ke dokter. Pada tahun 2000, lebih dari 7 juta kematian disebabkan oleh penanganan hipertensi yang sub optimal 2.

Joint National Committee (JNC 7) menetapkan hipertensi jika tekanan darah > 140/90 mmHg. Hasil pengukuran tersebut dilakukan 2 kali pemeriksaan atau lebih dan dirata-rata. Pemeriksaan tekanan darah dilakukan pada posisi duduk atau berbaring. Berdasarkan etiologi hipertensi dibagi menjadi hipertensi esesiil atau primer (95%) dan hipertensi sekunder (5%) yang dapat disebabkan oleh penyakit ginjal, penyakit endokrin, koartasio aorta, kehamilan, penyakit saraf dan obat-obatan 1,4,5.

Obat-obatan maupun bahan kimia lainnya dapat meningkatkan tekanan darah melalui interaksi obat dan gangguan ginjal yang dapat menghasilkan resistensi dari hipertensi (dimana tekanan darah masih diatas nilai yang diharapkan walaupun telah diberi tiga atau lebih obat atau dengan dosis maksimal) 1. Pada makalah ini, akan dibahas hipertensi yang timbul oleh obat-obatan.


Naskah selengkapnya disini

23 Januari 2011

STRATEGI PENCEGAHAN KARDIOMIOPATI DIABETIK

Fanty Filianovika, Sri Murtiwi
Perubahan gaya hidup dan
tingginya prevalensi obesitas menyebabkan angka kejadian diabetes mellitus (DM) semakin meningkat terutama pada dua dekade terakhir. Secara global, prevalensi DM diperkirakan berkisar 135 juta usia dewasa pada tahun 1995 dan berkembang menjadi 300 juta pada tahun 2025 (Boudina, 2007).

Diabetes mellitus
dapat mempengaruhi berbagai organ termasuk struktur dan fungsi miokardium jantung tanpa adanya hipertensi, penyakit jantung koroner, maupun penyakit katub atau kongenital. Kelainan ini dikenal sebagai “kardiomiopati diabetik” atau “diabetic cardiomyopathy(DCM) (Boudina, 2007; Lingvay, 2009). Beberapa studi epidemiologi dan klinis menunjukkan bahwa DM merupakan faktor resiko independent terhadap terjadinya gagal jantung tanpa disertai hipertensi maupun penyakit jantung koroner (Gregg, 2005). Studi Framingham menunjukkan adanya peningkatan kejadian gagal jantung pada penderita DM laki-laki maupun perempuan, berturut-turut sebesar 2,4 dan 5,1 kali lipat (Gregg, 2005; Marwick 2008). Komplikasi kardiovaskular pada DM adalah penyebab utama meningkatnya morbiditas dan mortalitas. Sebagian besar (80%) kematian pada penderita DM disebabkan oleh penyakit jantung (Fang, 2004; Sharma, 2006).

Naskah selengkapnya disini

18 Januari 2011

PPDS KARDIOLOGI BARU


Anggota PASKAL bertambah lagi dengan hadirnya tujuh orang
PPDS Kardiologi baru angkatan Januari 2011.

Selamat datang..

Media Edukasi dan Silaturahmi Alumni & PPDS Kardiologi Unair

Non Scholae Sad Vitae

Google
WWW Blog ini