24 Juli 2012

Pengaruh Obat Oral Antidiabetik terhadap Penyakit Kardiovaskular


Hari Setyo Wahyu Cahyono, Rochmad Romdoni

Artikel ini membahas pengaruh obat oral anti diabetik pada Penyakit Kardiovaskuler, dengan penekanan melalui efek dari obat anti diabetes pada penurunan glukosa dan faktor resiko lain terkait Penyakit Kardiovaskuler. Pengobatan yang tepat pada pasien diabetes tipe 2 dapat memperbaiki kualitas hidup penderita diabetes sehingga dapat memperpanjang angka harapan hidup dan resiko disabilitas pada penderitanya.
Semua OAD memiliki potensi efek samping baik ringan maupun serius. Metformin masih lebih unggul berdasarkan bukti yang ada, dimana dapat menurunkan HbA1c setara atau lebih baik dari OAD lainnya, tidak menyebabkan kenaikan berat badan, menurunkan (LDL) kolesterol dan trigliserida, dan memiliki profil efek samping paling ringan. Kombinasi 2 OAD memiliki efek aditif positif pada penurunan HbA1c, yang merupakan pilihan utama pada diabetes dengan glukosa darah yang sulit dikontrol dengan obat tunggal. Obat kombinasi dengan dosis lebih rendah sehingga profil efek samping berkurang. Obat OAD baru relatif lebih mahal dengan efek yang tidak jauh berbeda dengan obat lama dan pengaruhnya terhadap kardiovaskuler masih perlu penelitian lebih lanjut.

Lihat disini

22 Juli 2012

RELEVANSI KLINIS SILENT MYOCARDIAL ISCHEMIA


Kamalia Halid, Iswanto Pratanu

Silent myocardial ischemia (SMI) is an objective documented ischemia in the absence of chest discomfort or other angina equivalents and is major component of the total ischemic burden for patient with ischemic heart disease. It is estimated that between 2 and 3 million persons with stable CAD have evidence of silent ischemia. Contributing to this statistic is the observation that the majority of myocardial ischemic episodes are silent, indicating an inability or failure to sense ischemic damage or stress an the heart. Although many diagnostic tools have been used to identify, their use is limited by modest sensitivities and spesificities. Management SMI with anti-ischemic drug therapy or revascularization reduced the long-term risk of major cardiac events based on some clinical evidenced. Future studied aimed at improving the management of silent ischemia in the population is warranted to make better prognosis.

Lihat disini

20 Juli 2012

MANAJEMEN HIPERTENSI RESISTEN


Sumarni, Yudi Her Oktaviono

Terapi farmakologi berperan utama dalam penatalaksanaan hipertensi, pemberian obat antihipertensi saja dipastikan tidak efektif untuk semua pasien. Sedangkan penggunaan antihipertensi disertai dengan modifikasi gaya hidup, hampir 50% penderita hipertensi tidak terkontrol dan 15-20% cenderung resisten terhadap pengobatan padahal penderita sudah menggunakan beberapa jenis obat dengan dosis tertinggi yang masih dapat ditoleransi. Untuk mengelola hipertensi seperti ini, diperlukan pemahaman mengenai patofisiologi dari hipertensi resisten tersebut sehingga dapat menentukan pilihan terapi dengan tepat termasuk mempertimbangkan terapi selain farmakologik dalam hal ini pendekatan terapi yang mempengaruhi langsung sistem saraf simpatis. Oleh karena itu pada tinjauan kepustakaan ini akan di bahas mengenai manajemen hipertensi yang resisten terhadap terapi dengan harapan terapi inovatif  dapat menekan beban morbiditas dan mortalitas yang ditimbulkan oleh penyakit ini.

Lihat disini

Media Edukasi dan Silaturahmi Alumni & PPDS Kardiologi Unair

Non Scholae Sad Vitae

Google
WWW Blog ini