31 Juli 2008

DISFUNGSI PLATELET PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2

FAHMI ADI PRIYANTORO

Diabetes melitus (DM) berkaitan dengan komplikasi mikrovaskuler dan makrovaskuler. Komplikasi makrovaskuler bermanifestasi sebagai aterosklerosis yang secara klinis bermanifestasi sebagai penyakit premature coronary artery disease (CAD), peningkatan resiko penyakit cerebrovascular, dan penyakit vaskuler perifer yang berat. Pasien dengan DM tipe 2 mempunyai kenaikan resiko penyakit koroner 2 - 4 kali. Sedangkan pasien dengan DM yang sebelumnya tidak pernah mengalami infark jantung (MI) mempunyai resiko yang sama untuk terjadi infark jantung ulang bila dibandingkan pasien tanpa DM yang telah mengalami MI sebelumnya.

Platelet merupakan tempat terjadinya insulin resisten, dan sindroma insulin resisten dari visceral obesity berhubungan dengan peningkatan aktivasi platelet melalui peningkatan pembentukan ROS (reactive oxygen species) dan lipid peroksidase. Oxidative stress menginduksi aktivasi stress – sensitive signaling pathways yang merupakan dasar biokimia utama yang menyebabkan keadaan proinflamatory dan prothrombotic pada pasien diabetes melitus tipe 2.

Naskah lengkap disini

30 Juli 2008

HIPERTENSI KRISIS Diagnosis dan penatalaksanaan

Novira Widajanti
Hipertensi krisis didefinisikan sebagai suatu keadaan terjadinya peningkatan tekanan darah yang memerlukan penanganan segera. Dimana tindakan penanganan segera berdampak terhadap hasil keluarannya. Kecepatan kontrol penanganan tekanan darah bervariasi bergantung jenis daripada hipertensi krisis yang terjadi. Untuk mendapatkan hasil keluaran yang optimal bergantung pada kemampuan identifikasi penyebab hipertensi dan penatalaksanaan pengaturan tekanan darah. Berapa batasan tekanan darah yang menimbulkan krisis bukanlah faktor yang paling menentukan ada tidaknya hipertensi krisis. Sebagai contoh, pada anak-anak atau wanita hamil atau pada orang normotensi yang terjadi peningkatan tekanan darah mendadak, hipertensi krisis dapat terjadi pada tingkat tekanan darah yang pada penderita hipertensi kronis masih dapat ditoleransi.
Walaupun insiden hipertensi krisis relatif rendah, namun hipertensi merupakan kelainan yang sering didapatkan dan mengenai sejumlah besar individu. Diperkirakan 50 juta orang di United State menderita hipertensi, namun keberhasilan penanganan hipertensi kronik menyebabkan rendahnya, kurang dari 1% jumlah penderita yang mengalami hipertensi krisis.Penelitian Vilela Martin (2004), pada Rumah Sakit rujukan regional di Brazil didapatkan prevalensi hipertensi krisis sebesar 0.5% pada unit darurat Bedah dan 1.7% pada unit darurat Medis. Demikian pula pada penelitian Rodriguez Cerrillo (2002), di Rumah Sakit rujukan di Spanyol didapatkan prevalensi hipertensi krisis sebesar 0.6% pada unit darurat Medis.
Apabila terjadi peningkatan tekanan darah, penanganan yang tepat adalah dasar untuk mencegah terjadinya kerusakan pada sistem saraf pusat, jantung, pembuluh darah dan ginjal. Keterlambatan memulai terapi atau terlalu cepat menurunkan tekanan darah pada saat krisis, dapat menyebabkan hal yang membahayakan.
Tinjauan pustaka ini membahas mengenai diagnosis dan penatalaksanaan dalam menghadapi hipertensi krisis.

Naskah lengkap download disini

Patofisiologi dislipidemia pada diabetes dan sebagai risiko penyakit kardiovaskuler

Dislipidemia adalah kelainan metabolisme lipid yang ditandai oleh peningkatan atau penurunan fraksi lipid dalam plasma. Kelainan fraksi utama dari lipid adalah kenaikan kadar kolesterol total, Low Density lipoprotein (LDL), trigliserida dan penurunan High Density lipoprotein (HDL). Adult Treatment Panel (ATP) III memberi batasan dislipidemia aterogenik adalah peningkatan trigliserida, small dense LDL dan penurunan HDL.

Data di USA menyebutkan bahwa 100.870.000 penduduk dewasa mempunyai kadar kolesterol total diatas 200 mg/dl dan 40% diantaranya mempunyai kadar lebih dari 240 mg/dl. Dari beberapa penelitian dilaporkan adanya hubungan antara dislipidemia dengan kejadian penyakit kardiovaskuler. Pada tahun 1998 dilaporkan 559.841 kasus kematian yang disebabkan oleh penyakit jantung koroner (PJK), atau satu dari lima kematian di USA. Dengan perkiraan pengeluaran biaya untuk mengatasi penyakit kardiovaskuler pada tahun 2001 sebesar $ 298.2 triliun.

Penyakit kardiovaskuler banyak ditemukan sebagai komplikasi dari penderita diabetes melitus (DM). Beberapa kelainan metabolik khususnya lipid yang banyak didapatkan pada penderita DM adalah oleh karena kegagalan produksi dan klirens dari lipoprotein plasma. Penyakit kardiovaskuler kebanyakan terjadi pada penderita DM dengan kontrol yang jelek. Beberapa karakteristik dari lipoprotein pada penderita diabetes adalah HDL yang rendah, trigliserida yang tinggi, dan small dense LDL yang biasanya disebut sebagai dislipidemia diabetik.

Naskah lengkap dowload disini

Woro Woro

teman2 PPDS kardio,
dimohon kedatangannya yaahhh.. kumpul2 PASKAL perdana (periode baru):
hari/tanggal: jumat, 1 agustus 2008
jam : 13.00 wib
tempat : ruang sidang kardio
acara : ngomongin jaga, makanan jaga, rencana2 paskal, dll..
beneran yaahh dateng.. ditunggu lohh.. ada sedikit2 makanan sihhh.. tapi kalo mo makan dulu sebelom dateng pertemuan ya gpp.. huehuehue..

btw, paskal juga bikin friendster nihh.. ga kalah ma yg masih muda2.. http://www.friendster.com/kardio
jangan lupaa add!!

ok dehhhh...
tenkyu so much.. muachh!!

29 Juli 2008

Berita Duka

PASKAL turut berduka cita atas meninggalnya ibu mertua dari mbak Jeki, sekretaris kardio, Selasa malam, 29 Juli 2008, pukul 22.00, di RS. Siti Khodijah Sepanjang.. mudah2an semua amal ibadah beliau diterima disisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran.. amin..

SeLaMaT!!


Tak terasa.. 5 tahun lebih berlalu..

Senang.. sedih.. sumpek.. bete.. kesel.. capek.. stress.. campur jadi satu..

tapi semua akhirnya bisa dilalui teman..

walaupun penuh dengan perjuangan dan cobaan..


untuk itu...


PASKAL mengucapkan : SELAMAT buat kakak-kakakku tercinta : dr. Tanto, dr. Endah, dr. Mira, dr. Triady, dr. Ronald, yg telah menyelesaikan pendidikan spesialis jantungnya, dan dinyatakan LULUS kemarin! mudah2an ilmu yg disandangnya menjadi barokah.. dan berguna bagi masyarakat.. daaannn... kalo dah SpJP jangan lupa yaaahh ma adik2nya:> tetap kontak.. dannn... sering2 buka arekkardio.blogspot.com biar ga ketinggalan berita.. hehehe..

SEORANG PENDERITA LUPUS ERITEMATOSUS SISTEMIK DENGAN PENYAKIT JANTUNG KORONER (PJK)

image Gusti Rifansyah, Joewono Soeroso

Gejala klinis dan perjalanan penyakit LES sangat bervariasi, salah satunya pada sistem kardiovaskuler. Kelainan jantung dapat berupa perikarditis ringan sampai berat (efusi perikard), iskemia miokard dan endokarditis verukosa (Libman Sacks).

Prevalensi terjadinya infark miokard pada penderita LES berkisar antara 4-45 %, dimana wanita usia pertengahan (35-44 tahun) memiliki kemungkinan 50 kali lebih besar mengalami infark miokard dibandingkan dengan wanita bukan penderita LES pada usia yang sama.

Gejala klinik LES terjadi karena deposit imun pada jaringan. Akibat deposit imun maka akan dilepaskan berbagai mediator inflamasi yang selanjutnya menimbulkan vaskulitis pada jaringan tersebut. Manifestasi kliniknya tergantung pada organ mana yang terserang.

Mortalitas lupus pada dekade 5 tahun terakhir menunjukkan perbaikan. Untuk 5 year survival rate nya saat ini hampir 90 %, sedangkan 15 year survival rate- nya berkisar 63-79%. Kemajuan ini disebabkan pendekatan terapi yang lebih agresif dan majunya penggunaan imunosupresan untuk menekan aktivitas penyakit.

Download naskah lengkap disini

Download Slide disini

Media Edukasi dan Silaturahmi Alumni & PPDS Kardiologi Unair

Non Scholae Sad Vitae

Google
WWW Blog ini