
yang telah lulus sebagai kardiolog baru.
Selamat bekerja di tempat tugas dan sukses.

Dodit Yutanto, Achmad Lefi
Coronary artery disease (CAD) is recognized as a leading cause of adult mortality worldwide. Current therapies in the treatment of CAD include drug interventions, percutaneous coronary intervention (PCI), coronary artery bypass graft (CABG) surgery, and transmyocardial laser revascularization (TMR). However, these approaches are invasive and often inadequate in the treatment of advanced CAD, and are associated with serious cardiovascular risks and complications. Cardiac shock wave therapy (CSWT) is a novel, noninvasive intervention that can ameliorate myocardial ischemia and improve cardiac function. Early clinical trials showed that CSWT alleviated angina and improved cardiopulmonary fitness in patients with myocardial ischemia. Evidence indicates that CSWT may reduce the ischemic burden and provide angina relief by promoting angiogenesis and revascularization in ischemic myocardium.
Naskah selengkapnya disini


Sepsis adalah penyakit yang kompleks dan merupakan manifestasi dari respon kekebalan dan inflamasi terhadap infeksi. Baik melalui eksotoksin maupun komponen struktur mikroba, sepsis menyebabkan pelepasan berbagai mediator inflamasi seperti tumor necrosis factor-α (TNF-α), interleukin-1α (IL-1α), platelet activating factor (PAF), oxygen free radicals, interferon gamma (IFN-γ) dan metabolit asam arakidonat dari sel monosit atau makrofag dan lain-lain. Untuk mempertahankan homeostasis, beberapa mediator antiinflamasi juga dibebaskan. Jika homeostasis tidak dapat dipertahankan, maka terjadi disfungsi progresif dan berurutan dari berbagai sistem organ (Kumar, 2006).
Sistem kardiovaskular adalah salah satu sistem organ penting yang sering terkena dampak oleh sepsis dan selalu terpengaruh oleh syok septik. Salah satu manifestasi disfungsi kardiovaskular yang sering terjadi selama renjatan septik adalah berupa depresi atau disfungsi miokard, dimana berkontribusi pada tingginya morbiditas dan mortalitas khususnya pada pasien-pasien di unit perawatan intensif. Dalam 5 dekade terakhir telah dilaporkan lebih dari 3000 studi klinis mengenai adanya komplikasi kardiovaskular pada sepsis (Hotchkiss, 2003; Kumar, 2006; Sharma, 2007). Adanya disfungsi kardiovaskular pada sepsis menyebabkan peningkatan angka mortalitas yang signifikan dari 70% menjadi 90%, sebaliknya pada pasien sepsis tanpa disertai gangguan kardiovaskular didapatkan hanya sebesar 20% (Merx, 2007).
Sampai saat ini, meskipun beberapa mediator telah terbukti berhubungan dengan depresi miokard, namun penyebab pasti timbulnya disfungsi sistem kardiovaskular terkait sepsis masih belum jelas. Oleh karena itu, studi mengenai disfungsi miokard pada sepsis masih terus menjadi fokus penelitian (Merx 2007). Mengingat beratnya dampak yang ditimbulkan oleh disfungsi kardiovaskular akibat sepsis, maka diperlukan pemahaman yang lebih mendalam baik mengenai mekanisme yang mendasari maupun karakteristik klinis disfungsi miokard terkait sepsis, sehingga dapat dilakukan penatalaksanaan yang lebih optimal.
Naskah selengkapnya disini