22 Agustus 2008

Inferior Vena Cava Filter on Lower Limb Deep Vein Thrombosis

Andrianto, Yudi Her Oktaviono
Trombosis vena profunda dan emboli pulmonal merupakan dua hal dari satu rangkaian proses penyakit. Trombosis vena profunda tungkai bawah menjadi penyebab lebih dari 90% kasus emboli pulmonal, namun hanya sekitar 10% kasus tersebut tampak secara klinis. Komplikasi paling berat dari penyakit tromboemboli vena adalah emboli pulmonal. 8,16
Trombosis vena profunda paling sering terjadi pada tungkai bawah dan dapat pula timbul hanya pada vena tungkai atas atau pelvis. Culprit veins yang sering terlibat pada kejadian emboli pulmonal yang bermakna secara klinis adalah cephalad sampai dengan trifurkasio. 16
Emboli pulmonal akan menimbulkan simtom bila emboli berukuran besar, dan bila emboli berdiameter lebih dari 7,5 mm dapat berakibat fatal. Perawatan di rumah sakit diperlukan bagi pasien dengan emboli pulmonal. Di Amerika Serikat, setiap tahun didiagnosis 355.000 pasien dengan emboli pulmonal, dan sebanyak 240.000 diantaranya meninggal. Emboli pulmonal menempati urutan ketiga sebagai penyebab tersering kematian mendadak penyakit kardiovaskular. 8
Antikoagulan sistemik dengan heparin intravena dilanjutkan dengan warfarin oral masih menjadi modalitas utama pengobatan trombosis vena profunda dan pencegahan terjadinya emboli pulmonal. Penggunaan heparin merupakan tonggak revolusi pengobatan emboli pulmonal dengan menurunkan risiko emboli pulmonal yang fatal hingga 75% dan menurunkan risiko kekambuhan terjadinya emboli pulmonal dari 25 % menjadi 2%. 8, 16
Meskipun demikian, terdapat beberapa laporan bahwa sekitar 33% pasien dengan emboli pulmonal kambuh dengan terapi antikoagulan yang telah diberikan secara adekuat. Terapi antikoagulan berkaitan pula dengan risiko perdarahan, sehingga perlu dihindari pemakaian pada pasien dengan resiko gagal terapi yang tinggi, yaitu meliputi pasien dengan stroke perdarahan, metastasis sistem saraf pusat atau kelainan perdarahan. Heparin dapat dipakai selama kehamilan namun warfarin memiliki efek samping bemakna pada perkembangan janin karena warfarin dapat menembus plasenta.
Naskah lengkap disini

Tidak ada komentar:

Media Edukasi dan Silaturahmi Alumni & PPDS Kardiologi Unair

Non Scholae Sad Vitae

Google
WWW Blog ini