20 September 2008

Ventrassist(tm) left ventricular assist device: Sebagai Alternatif Terapi

Donny Hendrasto
Jeffrey D. Adipranoto

Insidens Payah jantung kongestif (congestive heart failure) yang merupakan kelainan tersering akibat disfungsi miokard telah mengalami peningkatan berupa 550.000 kasus baru per tahun di Amerika . Sebagian besar penderita tersebut diobati dengan medikamentosa atau operasi berdasar kelainan yang mendasarinya, namun sebagian hasilnya kurang memuaskan .Dalam beberapa tahun sekitar 300.000 penderita meninggal karena payah jantung, sementara lain diantaranya 15 hingga 25 % penderita menunggu transplantasi jantung.
Pada bentuk yang paling parah dari disfungsi jantung berupa kegagalan fungsi ventrikel maka transplantasi jantung merupakan satu-satunya terapi efektif untuk meningkatkan harapan hidup 97% untuk 1 tahun dan 78% untuk 5 tahun 7 . Namun di Amerika sejak tahun 1998 terjadi perpanjangan waktu tunggu untuk transplantasi jantung lebih dari satu tahun,dan hampir 75% resipien memerlukan inotropik kontinyu serta 57% telah terpasang alat bantu hidup sebelum transplantasi. Maka sebagai salah satu upaya menurunkan mortalitas penderita payah jantung , dengan adanya perkembangan tehnologi alat pendukung mekanis berupa left ventricular assist device (LVAD)menjadi alat yang cukup memberikan harapan. Pada perkembangan terakhir Ventrassist LVAD sebagai generasi III telah menggunakan tehnologi continuous-flow, rotary pump yang memiliki keunggulan ukuran lebih kecil, lebih tahan lama karena disain yang sederhana dengan sebuah komponen rotor yang berputar, tidak berisik dan lebih nyaman untuk penderita.
Naskah lengkap disini

MANIFESTASI HIPERTIROID PADA JANTUNG

Irene Surjadibrata, Esti Hindariati

Hormon tiroid memiliki efek pada otot jantung, sirkulasi perifer dan sistem saraf simpatis yang berpengaruh terhadap hemodinamik kardiovaskuler pada penderita hipertiroid. Perubahan yang utama meliputi: peningkatan denyut jantung, kontraktilitas otot jantung, curah jantung, relaksasi diastolik dan penggunaan oksigen oleh otot jantung serta penurunan resistensi vaskuler sistemik dan tekanan diastolik. Gangguan fungsi kelenjar tiroid dapat menimbulkan efek yang dramatik terhadap sistem kardiovaskuler, seringkali menyerupai penyakit jantung primer.
Dari berbagai penelitian dan percobaan pada hewan, terbukti bahwa hormon tiroid mempunyai pengaruh langsung maupun tidak langsung pada jantung yang selanjutnya akan menghasilkan efek inotropik dan kronotropik positif pada jantung. Selain gejala-gejala klinis hipertiroid, pemeriksaan kadar hormon tiroid plasma dan tes fungsi kelenjar tiroid perlu diperiksa pada tiap-tiap penderita dengan keluhan atau kelainan jantung yang belum jelas penyebabnya sehingga dapat ditegakkan diagnosis penyakit jantung hipertiroid.
Naskah lengkap disini

Media Edukasi dan Silaturahmi Alumni & PPDS Kardiologi Unair

Non Scholae Sad Vitae

Google
WWW Blog ini