23 September 2008

Lailatul Qadar

Rochmad Romdoni
Kitab suci Al Qur’an menyebutkan Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik dari malam seribu bulan. Umat Muslim percaya pada malam itu pintu-pintu langit dibuka, do’a-do’a bakal dikabulkan dan segala takdir yang terjadi pada tahun itu ditentukan.

Karena Lailatul Qadar inilah Rasulullah SAW dalam banyak waktu senantiasa berusaha keras untuk mendapatkannya. Banyak penjelasan Rasulullah SAW yang sampai ke kita, tentang keutamaan-keutamaan malam yang penuh berkah ini.

Sebagai malam yang terbaik dan paling berkah diantara malam yang ada, di dalamnya Allah SWT telah menjanjikan pada hambanya yang ikhlas dan berharap untuk mendapatkan perlindungan-Nya di hari akhir, akan dilipatgandakan sampai 1000 bulan untuk amalan-amalan kebaikan yang dilakukan pada malam ini. Janji ini secara langsung Allah SWT katakan dalam Al Qur’an surat Al Qadr (satu surat penuh). Hal ini tentunya cukup bisa menunjukkan pada kita akan keutamaan malam Lailatul Qadar ini.

Sebagai hamba yang tak lepas dari lumpur dosa dan kemaksiatan, kita diminta untuk senantiasa membersihkan noda-noda tersebut dengan segala macam cara yang memungkinkan. Karena itulah, Ramadhan dengan Lailatul Qadarnya disunahkan bagi kita untuk berusaha memperolehnya dengan memperbanyak ibadah dan amalan-amalan yang Rasulullah SAW suatu ketika mengatakan: “barang siapa beramal pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah SWT, maka terampunilah dosa-dosanya yang telah lalu”. Tidak berlebihan jika Allah SWT menamainya malam kebaikannya melebihi seribu bulan.

Alangkah sombongnya manusia yang sangat membutuhkan pengampunan dari Allah SWT , menyia-nyiakan kesempatan emas yang sifatnya tak tentu dan belum tentu akan didapatkan di masa-masa yang akan datang.

Mengenai kapankah malam ini datang menjemput kita?, Rasulullah SAW, pernah memberikan penjelasan bahwa malam yang penuh dengan kebaikan (Lailatul Qadar) biasanya jatuh pada malam ganjil pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Dalam hadist sahih Rasulullah SAW mengatakan “carilah dia (Lailatul Qadar-red) di sepuluh terakhir di bulan Ramadhan pada hitungan ganjil”. (H.R Bukhari Muslim).

Lebih dekat lagi kebanyakan ulama menguatkan pendapat yang mengatakan malam tersebut adalah malam yang ke-27. Pendapat ini dikuatkan oleh hadist-hadist yang menjelaskannya. Di antaranya perkataan Rasulullah SAW. “Barang siapa mencarinya (Lailatul Qadar-red), maka carilah di malam yang ke duapuluh tujuh” (H.R Ahmad).

Atas pendapat yang berbeda ini, kita bisa menyikapinya dengan senantiasa mengoptimalkan sepuluh malam terakhir dalam bulan yang penuh rakhmat ini. Dengan begitu kita tidak khawatir akan terlepas dari amalan Lailatul Qadar, karena kita mencarinya hanya pada malam-malam tertentu.

Bahkan bagaimana saat Lailatul Qadar datang malam ini, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa pagi harinya matahari terbit dengan sinar putih bersih tanpa awan sedikitpun.

Dengan paparan ini kita sebagai hamba Allah SWT yang benar-benar memahami kebenaran kekuasaan-Nya sadar bahwa usaha kita dalam mencari Lailatul Qadar ini. Seharusnya kita bersama-sama mendekatkan diri kapanpun dan dimanapun tanpa dibatasi ruang dan waktu.

Bila Allah SWT sudah melihat kesungguhan kita terhadap perintahnya, bukan saja saat bulan Ramadhan atau malam Lailatul Qadar saja, maka Allah SWT akan melipatgandakan pahala. Bukti bahwa kita telah mendapatkan limpahan pahala itu dengan semakin bertambahnya amal ibadah kita, baik secara kuantitas maupun kualitas pada waktu-waktu mendatang.

Berlomba-lombalah mencari malam Lailatul Qadar, karena kita tidak mampu beribadah seribu bulan, bila kita tidak diberi umur panjang, maka rerata umur kita mungkin hanya 60 tahun, sungguh suatu waktu yang sangat singkat. Mari kita maksimalkan umur kita guna mengumpulkan deposit amal sebagai bekal untuk kehidupan berikutnya. Kami yakin tak seorangpun mukmin yang membantah :
“ada hidup setelah hidup, di sana ada kedamaian, kebahagiaan, kenikmatan dan berbagai yang kita inginkan. Semuanya kekal tak terbatas melewati ruang dan waktu”
Semua itu dapat kita raih dengan meningkatkan kesempurnaan iman yang dapat kita bangun melalui ibadah Ramadhan tahun ini. Insya Allah…

Tidak ada komentar:

Media Edukasi dan Silaturahmi Alumni & PPDS Kardiologi Unair

Non Scholae Sad Vitae

Google
WWW Blog ini